7 Alasan Mengapa Prinsip Jalani Saja Tidak Akan Membawa Hubunganmu Dan Dia Kemana-mana

Lalui saja ialah jawaban yang termudah dan kemungkinan dipandang paling arif saat ditanyakan bagaimana hubunganmu dengan pasangan. Dengan jawaban itu, seakan-akan, kamu tidak mau memaksain kondisi. Kamu ingin jalani semua pelan-pelan, dan bagaimana ending dari semuanya, silahkan kita saksikan kelak. Beberapa orang lainnya berasa kuatir saat memburu pasangan dengan sasaran-target yang ingin diraih bersama. Ngerinya, pasangannya malah takut dan pergi tinggalkan. Karenanya, frasa ‘jalani saja’ dipandang yang paling aman.

Membuat suatu arah bersama, dengan timeline yang siap diraih bersama, tidak selalu bermakna kamu memaksain semua. Konsep lalui saja tidak selama-lamanya dapat selamatkan jalinan. Sebab cinta yang sebenarnya tidak membuat kamu terkatung-katung dalam ketidaktahuan. Rasa sayang dan malas ditinggal, jangan jadi argumen buatmu untuk takut menanyakan: Seterusnya apa?

Semua bergantung pada apa arah awalmu merajut jalinan. Apa cuman untuk bersenang-senang dan sebatas pengisi waktu senggang? Atau mungkin kamu telah merencanakan untuk serius dan mempersiapkan hari esok? Jika arahmu yang ke-2 , konsep lalui saja terang cuman bisa menjadi batu sandungan. Untuk fokus di depan, kamu harus punyai timeline yang pasti. Sasaran yang pasti, hingga kamu dapat memutuskan usaha-usaha yang perlu kamu kerjakan.

Saat pada awal kamu dan ia setuju untuk jalani saja jalinan tanpa sasaran apa-apa, sendirinya kamu kehilangan hak untuk menanyakan hari esok kalian. Saat kamu mulai risau pikirkan jalinan yang tidak jalan kemanapun, dan kamu mulai menanyakan, jawaban yang kamu bisa tentunya sama. Lalui saja. Oleh karena itu yang kalian setujui berdua pada awal. Walau sebenarnya untuk menyongsong hari esok, segala hal harus ditanyakan kan?

Harus ada usaha untuk sama-sama jaga.

Jalinan sudah tentu masalah kerja sama dua arah. Tidak dapat sukses bila cuman kamu yang keras berusaha. Ia harus juga punyai tekad yang serupa kerasnya, untuk menjaga jalinan. Konsep lalui saja cuman salah satunya tanda ia tidak ingin usaha.

Membuat kamu terlatih gampang melepas | Foto by Blake Carpenter lewat unsplash.com

[Eksklusif] Sayang, Inilah yang Harus Kau Tukar untuk Sebuah Pertemuan

Tahun 2011 saat itu saya harus berdampingan dengan lawan terbesarku. Suatu hal yang tidak dapat kuhindari dan di lain sisi pun tidak dapat kulawan walaupun telah usaha habis-habisan. Kemungkinan sebenarnya tidak cuma saya, justru kurasa seorang preman kelas kakap akan kekurangan tenaga untuk menantangnya, karena ini bukanlah sebuah hal yang dapat ditangani cukup dengan nalar tetapi harus mengikutsertakan hati.

Kembali lagi, brengseknya, berapa kuatpun kulampiaskan ini, tidak akan habis dia. Dia akan makin tumbuh, berkembang, beranak pinak dan terkadang mengusik dalam pulas.

Sampai sini bisa menerka figur siapakah yang kubicarakan ini?

Namanya kangen. Dia dapat menjelma jadi apa, sering jadi hati yang susah dibahas dengan kalimat tapi dapat memengaruhi perilaku.

Tahun 2011, teman dekat baikku ialah jalinan jarak jauh yang meskipun tidak berapa tetapi tetap tumbuh setiap tatap muka itu usai. Sempat kusebut dia sebagai hal yang brengsek, sebab bagaimana tidak? Makin kangen, makin ingin berjumpa, dan sesudah berjumpa, kangen ini tidak raib, bahkan juga dia bertambah kembali.

Menahun kupelihara kangen, cuman kadang-kadang kusampaikan pada pemiliknya. Ini bukanlah hal siapakah yang lebih berani berbicara, tetapi mengenai begitu berbesar kepala dia jika nanti Dia pada akhirnya tahu jika hati yang kurawat ini jauh semakin besar dari apa saja yang dia sangka-sangka.
luruhan artikel terbatas ini dengan login lebih dulu di Hipwee.

Masuk dengan account Hipwee Masuk dengan Facebook Belum Punyai Account? Masuk Saat ini Kembali Masuk Account
Ingat Saya Lupa Kata Kode? Masuk Belum Punyai Account ? Daftar Di sini

“Saya iri, di sini banyak pasangan. Ada yang baru sampai sini, telah diikuti oleh pacarnya, bahkan juga terkadang istrinya yang membawa juga anaknya.”

“Berani sekali mereka.”

“Itu, saya mengharap kamu lakukan hal sama. Toh cinta yang kamu alami dan kangen yang kamu taruh, saya percaya semakin besar dibanding mereka.”

“Jika saya pergi saat ini, keluargaku tentu berduka. Saya tidak berani mengganti air mata mereka untuk cuman berjumpa denganmu melepaskan kangen.”

Dia yang Gampang Selingkuh Punya 7 Kecenderungan Ini. Segera Amati Biar Nggak Sakit Hati!

Serong kemungkinan jadi argumen paling nyesak saat sebuah jalinan pada akhirnya buyar. Rasa dikhianati itu dapat membuat kamu bimbang beberapa hari, serta mempersalahkan diri kita: apa yang kurang dari dalam diri kamu sampai ia cari di wanita lain?

Perselingkuhan kecuali tersisa cedera, tersisa bertanya: mengapa? Kamu yang pernah merasakan cerita tidak membahagiakan ini, tentu masih kerap bertanya kenapa dahulu ia yang kamu targetkan jadi pengiring hari esok malah mengkhianatimu dengan bermain ada di belakang. Tidak boleh baper dahulu. Apakah sudah kamu perhatikan 7 kecondongan ini di diri kekasihmu?

Tidak dapat disangkal, saat kita merajut jalinan dengan seorang, hidup kita makin lebih warna. Kita belajar share narasi dan beban. Atau bila tidak, minimal kamu punyai rekan untuk berbicara sampai terbebas dari kesepian.

Tetapi toh hidup memanglah bukan hanya masalah cinta. Beberapa hal yang lain harus kamu pikir, dimulai dari keluarga, pekerjaan, dan rekan. Kamu tidak dapat 100 % memberi waktumu padanya. Itu lumrah. Tetapi kemungkinan ia bukan orang yang berdikari. Sebab ia tidak dapat melipur dirinya, dan memerlukan seseorang untuk share narasi, ketika yang serupa kamu tidak sedang ada di dekatnya, ia memilih untuk cari penghiburan dari pihak lain.

Terkadang jika kita sedang berbelanja di supermarket, banyak beberapa info promosi bersebaran. Dimulai dari membeli satu gratis satu, sampai membeli dua bisa hadiah mug elok. Sebab tertarik, kita biasanya beli beberapa barang itu tanpa memikir panjang, walau sebenarnya kemungkinan di dalam rumah kita telah mempunyai barang yang serupa. Mumpung promosi, demikian alasanmu.

Sama dengan pasanganmu dahulu. Kemungkinan waktu itu, mumpung ada orang yang lain dekati, tidak ada kelirunya membagi cinta. Kemungkinan hingga saat ini, kamu kerap mempersalahkan orang yang lain membuat pasanganmu beralih. Tetapi kamu harus ingat, jika perselingkuhan selalu di antara 2 orang, tidak dapat cuman dituding ke satu orang yang akan di yakin di penjuru dunia ya kan.

Begitu takut dengan jalinan yang serius | Foto by sergio souza lewat unsplash.com

Meski Menyakitkan, Kadang yang Bisa Kamu Lakukan Hanyalah Mencintai Dalam Diam

Cinta memang berbagai macam memiliki bentuk. Seorang mungkin tidak dapat pilih ke siapa dia akan jatuh hati. Tapi bagaimana ia perlakukan cinta itu, setiap orang punyai triknya. Ada yang dengan keberanian besar menyatakannya, lalu bahagia. Bukan bermakna lalu ia tidak berbahagia. Tapi malah cuman simpan cintanya dalam hati dan bersandiwara jadi teman dekat terbaik dirinya, telah membuat cukup suka.

Buat kamu yang pilih merendam hati, beberapa hal berikut yang sesungguhnya kamu pikir tetapi tidak dapat kamu perlihatkan ke dunia…

Ia bukan orang yang jauh. Bukan juga orang yang cuman dapat kamu saksikan di monitor kaca. Kehadirannya demikian dekat denganmu. Di hadapannya, kamu dapat menjelma jadi figur teman dekat yang hangat dan ria senang. Tetapi hanya hanya itu yang dapat kamu kerjakan.

Melihatinya dalam jarak dekat, memujanya sembunyi-sembunyi, sekalian menyarukan semua rasa yang kamu punyai. Hatimu problematis. Kadang kamu ingin ia mengetahui hatimu, tetapi biasanya kamu cemas segala hal akan berbeda saat dia paham.

Bertanya beritanya kemungkinan menjadi rutinitasmu. Mungkin saja itu yang pertama kamu pikir saat bangun tidur. Tapi kamu salah cara. Sebab menjadi kegiatan rutin, ia menganggapmu cuman basa-basi seperti rekan.

Walau sebenarnya dalam hatimu, kamu itu terang bukan sebatas basa-basi. Yang kamu harapkan sebenarnya ialah dengar tiap detail setiap harinya tanpa terkecuali. Buatmu, ia ialah figur yang selalu membuat kamu cemas, kuatir, suka, sangsi, kangen, segala hal bersatu jadi satu.

Kemungkinan hari-harimu demikian sesungguhnya demikian menjemukan. Kamu kerjakan hal sama sehari-harinya. Dan kembali, semua tidak lancar-lancar saja. Kadang ada beberapa hal yang membuat kamu kecewa sampai rasanya hampir meledak.

Mengawali hari saat buka mata pada pagi hari kadang jadi hal yang demikian berat. Tetapi cukup dengan mengatakan namanya, dan ingat jika ini hari kamu akan berjumpa dengannya, dan kemungkinan bercakap sedikit mengenai segala hal, membuat semangatmu kembali. Cukup dengan menyaksikannya saja, telah cukup buat membuat kamu tersenyum senang.

Sayang, Saat Ini Cintai Aku Sekadarnya Saja. Cinta Buta Justru Tak Akan Membawa Kita ke Mana-mana

Seperti kata Eyang Titiek Puspa, jatuh hati itu berjuta rasanya. Saat kita jatuh hati, kadang kita kesusahan membandingkan yang betul dan mana yang keliru. Kadang atas nama cinta, beberapa hal bodoh dan seringkali bikin rugi seseorang dipandang lumrah. Beberapa orang akan memberi justifikasi, namanya sedang jatuh hati. Toh, ucapnya cinta memang buta. Tetapi saya tidak ingin kita demikian, Sayang.

Saat saya dan kamu berjumpa dalam rasa yang serupa, kita memang harus mensyukurinya. Tetapi tidakkah itu tidak bermakna jika apa yang kita punyai sekarang ini ialah segala hal? Saya memang menyukaimu, saya tahu kamu juga demikian. Tetapi tidak boleh kita diamkan cinta kuasai semua, Sayang.

Sayangi saya sedikit saja, sebab untuk sekarang ini tidak perlulah kita sama-sama menyukai mati-matian apa lagi tanpa logika…

Tidak memberi semua bukan bermakna saya tidak mengharap kita akan selama-lamanya. Saat saya memilih untuk mengawali denganmu, saya ingin kita masih berjumpa di hari esok kelak. Saya ingin kita duduk berdampingan di pelaminan, dan masih berjalan bersama-sama saat melalui rumah tangga kita kelak.

Tetapi saya sesuai kenyataan. Saat-saat itu masih jauh di muka. Tidak apa memang kita targetkan mulai dari saat ini. Tetapi saat lagi perjalanan ini bisa menjadi perjalanan panjang, rasa cinta yang sekarang kita punyai tidak boleh disia-siakan. Silahkan kita taruh dikit demi sedikit, supaya tidak raib ketika kita telah sama jauh mengambil langkah di depan.

Sayangku, kamu juga tahu jika hidup kita ini tidak dapat diterka. Saat kamu terjaga pada pagi hari, kamu kemungkinan punyai segudang gagasan buat kamu lakukan ini hari. Tetapi siapakah yang dapat jamin semua akan berjalan sesuai catatan to-do-list yang kamu punyai? Sebab bahkan juga untuk dua menit di depan, kita tidak pernah tahu apakah yang akan kita jumpai.

Kita masih sama muda. Apa yang kita rasakan di bumi ini mungkin baru seujung kukunya. Saya tahu kamu punyai harapan, sayang. Saya juga begitu. Walau harapan kita tidak searah, saya masih ingin kamu memburunya. Saya tidak ingin jadi halanganmu raih mimpi yang kamu idam-idamkan. Beri saya hatimu sedikit saja, tidak perlu semua.

Beda Cowok yang Akan Menemanimu Selamanya dan Dia yang Hanya Sementara

Dengan dia yang sesaat, kamu dapat dibikin melayang-layang setiap waktu. Tidak ada angin, tidak ada hujan, surprise manis bisa mendadak tiba padamu. Sereceh surprise ia yang mendadak tiba di muka pintu rumahmu, membawa sebuah cake coklat yang mengunggah hasrat. Dengan dia, kebahagiaan seolah jadi hal tanpa arti yang demikian gampang kamu peroleh.

Tetapi ini akan kebalikannya, saat kamu mulai pastikan periode depanmu dengannya. Jawaban “Ah lalui saja dahulu, Yang,” yang akan tersering kamu peroleh. Cowok ini seolah hidup cuman untuk ini hari, sesaat hari esok dalam angannya tidak pernah ada. Kamu juga kemungkinan tidak pernah masuk ke angan periode depannya. Sebab untuk ia, melalui sehari ini saja menjadi prestasi yang membesarkan hati.

Berlainan dengan cowok yang dapat bertahan untuk selama-lamanya. Dengan dia tidak boleh berharap kamu mendapati letupan-letupan dari sebuah surprise manis, ciri khas orang kekasihan. Malah jalinan yang biasa saja yang kamu lalui dengannya. Tanpa banyak surprise, janji, bahkan juga kata cinta. Kalian jalani jalinan ini dengan selayaknya.

Ia bukan orang yang akan memujimu terlalu berlebih saat kamu punyai satu perolehan. Ia cuman akan menyampaikan selamat, lalu sesudahnya akan mendorongmu jadi individu yang lebih bagus dari saat ini. Dukungan-dukungannya kepadamu nyaris tidak pernah nampak, tetapi kamu percaya ia ada selalu.

Jalinan biasa saja yang dia pasarkan ini kebalikannya dengan gagasan hari esok yang sudah dia atur dengan rapi. Bahkan juga keterkaitanmu di hari esok dengannya, sudah dia atur secara baik. Biasanya, kamu dibikin terkesima dengan pertimbangan yang sudah terlalu jauh. Apa lagi sejauh ini kamu anggap ia ialah type cowok yang jalani jalinan dengan moto “Lalui saja dahulu,”. Tetapi dibalik itu, telah ada gagasan masak yang dia persiapkan.

Ia ialah orang yang paling pandai tempatkanmu pada status yang dengan gampang terbuai. Sampai terkadang dapat lupa dataran. Menghujanimu dalam kata cinta bukan hal yang susah untuk cowok ini. Juga sepaket dengan sikapnya yang dapat mendadak melumat bibirmu tanpa ampun. Sampai membuat kamu berasa tidak apa untuk memberikan segala hal.

Ini Pelajaran Baik yang Bisa Kamu Dapatkan, karena Jatuh Pada Cinta yang Salah Tak Selalu Merugikan

Mengetahui jika rupanya kamu jatuh hati ke orang yang keliru memang menyakitkan. Perpisahan kemungkinan bukan hal yang paling membuat kamu berduka. Tetapi, fakta jika ia bukan orang yang pas untukmu jadi hal yang paling mengiris hati. Belum juga sikapnya yang seolah membuat kamu berasa jika kamu ialah orang yang sekurang-kurangnya diharapkan olehnya kembali.

Jadi sebuah kewajaran bila kamu yang alami ini pada akhirnya berasa di titik paling rendah. Tetapi kamu harus ingat jika hidup seperti roda yang berputar-putar, dia tidak selama-lamanya ada di titik terikuth. Bila kamu kayuh pedalnya lebih kuat, karena itu dia dapat kembali terangkat ke atas. Tidak perlu selama-lamanya merutuki pengalaman jatuh pada cinta yang keliru, apa lagi memandang diri kamu bodoh. Malah pengalaman dari tidak menyenangkan itu, kamu dapat memperoleh banyak pelajaran yang akan membimbingmu tidak jatuh di lubang yang serupa.

Saat dengannya dahulu, kemungkinan kamu lupa jika perhatian dan kasih sayang bukan hanya buatnya seorang. Tapi semestinya untuk diri kamu sendiri. Kamu banyak sekali meluapkan cinta buat dia, sampai lupa tersisa cinta untuk diri kamu sendiri. Lantas saat ia keluar dari hidupmu mendadak, kamu lagi mempersalahkan diri kamu sendiri. Berasumsi jika pemicu ia pergi ialah kamu yang tidak menjadi sama seperti yang ia harapkan.

Saat kamu mulai memikir semacam itu, karena itu selekasnya enyahkanlah. Keperginya cinta yang keliru dari hidupmu malah ialah hal yang pantas kamu sukuri. Bila ia pergi tidak boleh memikir kamu yang tidak patut buatnya, tetapi ia ialah orang yang masih kurang mujur untuk habiskan tersisa hidup bersamamu. Menghargakan diri kita ialah kunci khusus kamu dapat selekasnya bangun dari kemerosotan.

Menghargakan diri kita dapat diawali dengan memberikan peluang pada diri kamu sendiri untuk rasakan berbahagia. Bila kehadirannya malah membuat kamu semakin banyak menderita dibanding berbahagia, jadi tidak ada argumen tidak untuk merelakannya pergi.

Setiap kamu lakukan kekeliruan atau kelalaian, telah sepantasnya kamu harus lagi introspeksi diri. Pikirkan kembali cara salah apa yang sudah diambil. Ini juga menjadi pelajaran untuk meneruskan hidupmu, supaya janganlah sampai memutuskan yang keliru untuk ke-2 kalinya.

7 Alasan Cowok Harus Mulai Lebih Peka dan Cewek Harus Berhenti Manja

Beberapa cewek kerap menyalahkan kekasih mereka tidak sensitif karena hanya pilih bermain futsal dibanding ngapelin mereka di dalam rumah. Sedang cowok sering tidak memahami saat ceweknya bicara “Terserah” saat mereka pilih tempat makan, tetapi tidak pernah sepakat dengan opsi cowok.

Salah paham di antara cewek dan cowok semacam ini mulai saat ini harus selekasnya disetop. Jika tidak, perang dunia ke-3 akan betul-betul terjadi! Dalam merajut jalinan, cowok dan cewek juga harus bisa mulai bertoleransi dan terbuka untuk mengutarakan apa sebagai tekad semasing. Coba mulai dengan…

Walau cowok repot beraktivitas, bukan bermakna kalian akan betul-betul repot sepanjang 24 jam tanpa istirahat ‘kan? Di tengah-tengah aktivitas itu, tentu bakal ada waktu senggang yang dapat kamu pakai untuk istirahat. Saat itu kamu dapat pakai untuk mengontak cewekmu, meskipun sebatas menegur. Flash news: semuanya hanya perlu 10-15 detik saja!

Sesaat cewek, mulai pahami aktivitas cowokmu. Bila dia sedang repot bekerja dan tidak dapat mengontak setiap waktu, tidak boleh manja untuk meminta selalu dikontak. Ia bukan tahanan polisi yang perlu harus lapor padamu. Toh sibuknya ia sekarang ini untuk menyiapkan hari esok kalian yang ceria.

Perhatian adalah dasar dalam jalinan. Perhatian seorang cowok tidak harus berbentuk tiap hari antar jemput ceweknya, tetapi cukup hanya membawa makanan kegemaran ceweknya saat demam serangnya.

Cewek jangan sampai sesekali memerintah cowoknya untuk pilih di antara hobynya dengan diri kamu. Sebab dua hal itu bukan opsi. So girls, mulai saat ini berpikiranlah dewasa. Saat cowok memperdalam hobynya, itu bukan teror untuk jalinan kalian. Beri dia waktu untuk jalani hobynya. Saat usai, dia akan kembali memerhatikanmu kok. Cowok bukan makhluk yang dapat multi tasking, karena itu mememahamilah.

Tetapi di selang waktu senggang, tidak ada kelirunya cowok temani kesukaan ceweknya. Seperti melihat film romantis atau melihat konser musikus favorite ceweknya. Cewek berbeda dengan cowok yang tidak jadi masalah bila kerjakan hobynya sendiri atau mungkin dengan rekan-rekan cowoknya saja. Sedang untuk cewek, akan berasa lebih berarti bila kerjakan hal yang dia gemari bersama orang spesialnya juga.

Tuhan, Bila Cinta Ini Memang Tak Bisa Kau Satukan, Mengapa Perasaan ini Masih Kau Biarkan Bersemayam?

Kembali dan kembali, perkenankan saya untuk mengadu padamu, Tuhan. Cuman padamu saya dapat mengadu tanpa perlu malu atau takut dicerca. Cuman padamu, saya dapat meluapkan semua kegundahan hati yang makin menggigit ini. Saya tidak paham jalan keluarnya, dan sebagai pembuat segala hal, saya percaya Tuhan punyai jalan keluarnya.

Tuhanku, begitu rumitnya sebuah rasa yang namanya cinta. Atau mungkin sesungguhnya kami saja, sebagai manusia, yang ahli merumitkan segala hal? Berkenaan cinta, demikian beberapa hal yang tidak saya ketahui, ya Tuhan. Kegundahan ini telah menghantui saya lama. Kegundahan yang membuat saya berasa tidak nyaman untuk mengambil langkah, karena apa yang ketinggalan ada di belakang selalu mengikut tapak jejak saya. Oh Tuhan, jika memang saya dan ia tidak dapat bersama, kenapa demikian susahnya buat saya mengikhlaskan semua?

Bila saya hitung-hitung, rasa ini telah mengendap sekian tahun. Masih saya ingat terang kenangan-kenangan cantik yang dahulu saya lalui dengannya. Saat ini, semua tinggal masa lalu. Ia telah telusuri jalan yang lain, dan mungkin, telah mendapati orang yang lain. Tetapi Tuhan, kata orang waktu akan mengobati. Tetapi kenapa, sesudah selama ini, hati saya tetap sama?

Saya ketahui jika segala hal sekarang sudah berlainan. Apa yang saya kenang-kenang ialah sisi dari pemikiran mengenai masa lampau yang mustahil terulang lagi. Saya pun tidak sedang menipu diri kita, segala hal cuman mimpi, dan sekarang ini ia masih ada disamping saya. Jika kami masih merajut cinta dengan sejuta berbahagia. Saya ketahui segala hal usai sudah. Saya juga paham, jika sekarang ini, sama dengan dianya, saya semestinya mulai bergerak buka helaian baru.

Tetapi Tuhan, kenapa terima kondisi sebegini susahnya?

Berulang-kali saya sempat membaca sebuah pendatan. Jika kita cuman memerlukan waktu dua menit untuk jatuh hati, tetapi mungkin kita memerlukan waktu sepanjang umur untuk melupakannya. Sampai sekarang ini saya merasakannya sendiri, saya tidak pernah yakin. Saya berpikir, bila saya telah terima fakta jika kami telah pisah, lalu nalar saya akan membuat saya automatis lupakan dianya. Tetapi Tuhan, sekarang saya betul-betul memahami, jika sisi paling susah dari menyukai seorang ialah melupakannya.

11 Kartun Lawas ini Jarang Dibahas Lagi, tapi Nggak Kalah Legendaris. Masih pada Ingat Nggak?

Tidak dipungkuri kembali jika untuk beberapa orang rutinitas membunyikan klakson walau sebenarnya lampu barusan beralih menjadi hijau ialah satu hal yang dipandang jahil. Terutama untuk beberapa orang yang memakai kendaraan mereka dengan transmisi manual. Bayangin saja tuch, sering di beberapa detik merah paling akhir dan belum beralih menjadi hijau saja kita sudah diklaksonin sama dengan yang belakang. Walau sebenarnya, yang bernama kendaraan dengan transmisi manual kan tidak langsung bisa cabut demikian saja seperti kendaraan dengan transmisi matic. Hal seperti begini nih yang kadang membuat emosi di jalanan jadi tidak konstan dan maunya geram-marah lagi. Sudah tahu baru ingin bersiap jalan justru terasa seperti diburu-buruin.

Contoh lampu hijau / Kredit: Media v

Walau kadang berkesan demikian ngeselin dan kerap membuat kesal sekali, tetapi ternyata beberapa orang yang hoby membunyikan klakson saat lampu jalan raya barusan beralih menjadi hijau itu bukan tanpa argumen lo. Sering beberapa orang yang ada di jejeran paling depan saat menanti penggantian lampu dari merah ke hijau ini pada bengong alias ngelamun. Mending jika masihlah ada fokus walau sedikit, tetapi permasalahannya jika sudah pada. Sbengong ini jangankan diklakson, lha wong dibawain bicara saja tidak menyambung kok. Akhirnya jika tidak diklaksonin dari belakang mereka tidak akan ide buat selekasnya jalan. Kebayang kan, jika misalkan ada sangat banyak kendaraan ada berada di belakangnya?

Rutinitas tekan klakson / Kredit: Twitter

Pengendara yang membunyikan klakson di trafik light itu semestinya tidak boleh asal-asalan sich, walau punyai argumen tertentu. Bolehlah, kamu sekali atau 2x menekan tombol klakson buat ngingetin. Sbarisan yang berada di depanmu jika lampu sudah beralih menjadi hijau dan mereka harus selekasnya jalan.

Jika kamu membunyikannya sampai berulang-kali dan kenceng-kenceng sich itu namanya bukan ngingetin kembali. Stetapi memang dasarnya kamu orang yang tidak sabaran. Orang kembali tergesa-gesa, ditambahkan diklaksonin berulang-kali, yang ada justru membuat pemikiran jadi kacau-balau. Tidak mau, kan, kecelakaan di jalanan makin bertambah hanya karena beberapa orang yang tidak dapat mengendalikan emosinya? Janganlah sampai deh~