Haruskah Menulis tentang AHY?

Namanya informasi trending, beberapa penulis yang cermat tentu manfaatkan kesan informasi tentangAgus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) yang nampaknya cukup cemas saat Demokrat digoyangkan rumor jika ada orang dalam istana kepresidenan ingin melangsungkan KLB dan meng kup pengurusan sah Agus Harimurti Yudhoyono sebagai sebagai pewaris syah partai berlambang mercy itu. Lantas haruskah saya turut menulis dan menggoreng informasinya. [/H2]

Jika saya sich membacanya dan menganalisa informasinya beda. Saya lebih coba menulis dan mengulik dengan pojok pemerhati bodoh yang lagi belajar politik. Sebenarnya saya tidak buta – buta sangat pada politik, tetapi sempat memang kecewa dan periode bodo saat penyeleksian calon Presiden saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bahkan juga saya tidak pilih beliau karena bermacam argumen walau pada akhirnya beliau jadi presiden ke 6 sepanjang dua masa.

Kekuasaan dapat mengubah orang yang visioner, jadi pragmatis. Yang visioner bela rakyat, tetapi karena ada partai, atau barisan kebutuhan ada permainan didalamnya karena itu cuman sedikit politikus yang masih lempeng. Yang lain ya busuk. Politik dapat mengganti sebagai pujaan jadi loser. Keinginan setinggi-tingginya pada orang figur tetapi seiring waktu berjalan rupanya pimpinan hari esok itu tidak sesuai dengan harapan.

Apa modal mayor untuk dapat pimpin beberapa jenderal. Apa kelebihan AHY yang dapat membuat bekas menteri, bekas panglima harus beralih dan menghormat ia sebagai calon pimpinan hari esok. Benar-benar aneh jika nanti dia jadi panglima paling tinggi di Indonesia dengan pangkat paling akhir Mayor. Jika sipil sekaligus yang tidak rasakan tingkatan kepangkatan dapat menyerobot jadi panglima paling tinggi tidaklah aneh, banyak. Soekarno, Gus Dur, Megawati, Lha ini AHY yang pensiun awal dari militer, coba mengganti riwayat.

Ya, bisa sich jika takdir dan dia memang digariskan jadi pimpinan hari esok. Tidak salah sich jadi pimpinan muda belia, tetapi rekayasa — rekayasa saat kepemimpinnya akan semakin lebih susah. Banyak Jendral profesi dengan tingkatan profesi lebih janjikan, banyak perwira yang memiliki kesetiaan sampai periode pensiun datang, tetapi makin lebih mengagumkan bila seorang AHY dapat mengganti riwayat.