Kolagen Sembuhkan Hernia?

Pernah dengar hernia? Atau sedang merasakannya sendiri? Apakah itu hernia? Kata hernia bermakna penonjolan satu kantong peritoneum, satu organ atau lemak praperitoneum lewat cacat kongenital atau mengakuisita (dapatan). Hernia terdiri dari cincin, kantong dan isi hernia.

Simpelnya, hernia ialah penonjolan (protrusi) isi satu rongga lewat defek atau sisi yang kurang kuat dari rongga itu yang memberikan jalan keluar pada alat badan kecuali yang umum lewat dinding itu. Salah satunya misalnya ialah munculnya usus atau jaringan lemak ke selangkangan atau yang dikenali bernama hernia inguinalis.

Tipe hernia ini tersering terjadi dan sebagian besar dirasakan pria. Sedang pada wanita, hernia bisa juga terjadi di mana usus atau jaringan lemak muncul ke sisi paha atau dikenali dengan istilah hernia femoralis. Biasanya keluh kesah hernia berbentuk tonjolan di lipatan paha ini muncul di saat mengedan, batuk atau mengusung benda berat dan lenyap waktu istirahat atau baring.

Sejauh ini operasi dan perlakuan pembandinghan sering jadi salah satu opsi yang perlu dilakukan oleh pasien hernia. Tetapi tahukah Anda jika ada satu protein yang paling berperanan untuk pembaruan hernia? Protein ini ialah kolagen. Kolagen adalah protein yang membuat badan manusia yang dibuat oleh jaringan fibroblas.

Kolagen ada di semua organ dan kumpulan sel tubuh untuk menjaga kredibilitas, fleksibilitas dan ketegasan susunan. Peranan kolagen yang terbesar sebagai penunjang kulit. 80 % berat kulit kita terbagi dalam kolagen. Kolagen sediakan susunan di kulit yang bekerja bersama dengan protein lain namanya elastin yang bermanfaat untuk bikin kulit lebih plastis.

Type yang umum ialah type I, II dan III, yang disebut 90 % dari keseluruhan suplai kolagen badan. Type I dan III bertanggungjawab untuk memberikan dukungan tulang, kulit, tendon, jaringan ikat dan gigi, sedang type II penting untuk tulang riskan persendian dan kesehatan persendian dengan menahan infeksi dan memberi pemulasan. Kolagen mulai raib pada umur tengah sampai akhir 20-an dan awalnya 30-an. Sesudahnya, tiap tahunnya badan akan kehilangan 1 %.

Kekurangan susunan kolagen mainkan peranan pada hernia. Kolagen mengendalikan kemampuan penekanan dalam perut ke dinding posterior saluran inguinal.

Saat Insecure jadi Tren

Madiun Jawa Timur. Seperti kita kenali sekarang ini Indonesia tengah dirundung wabah Covid-19 semenjak bulan Februari 2020. Sampai sekarang ini kasus positif covid-19 lagi alami kenaikan. Propinsi Jawa Timur jadi salah satunya penyumbang paling banyak kasus positif Covid-19 di Indonesia. Kabupaten Madiun adalah salah satunya wilayah zone merah dengan kenaikan jumlah kasus yang cukup berarti. Kesadaran untuk taat Prosedur Kesehatan yang minim ditengarai jadi pemicu bertambahnya jumlah kasus positif di Kabupaten Madiun bahkan juga semua wilayah di Indonesia.

Dusun Luworo yang berada di. Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun jadi salah satunya Dusun yang dipilih untuk. Sdiadakannya program dedikasi ke warga oleh mahasiswa Kampus PGRI Madiun. Berdasar hasil survey dan penilaian yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kampus PGRI Madiun. Skesadaran warga Dusun Luworo akan prosedur kesehatan masih tidak cukup. Menyaksikan hal itu, sebagai wujud dedikasi diri ke warga dari mahasiswa memiliki inisiatif. Suntuk melangsungkan program kerja berbentuk edukasi prosedur kesehatan ke warga Dusun Luworo.

Dokumentasi Individu : Pembagian Makanan Bergizi dan Handsanitizer.

Kegiatan-kegiatan atau beberapa program yang dilaksanakan diantaranya yakni penempatan spanduk edukasi mengenai prosedur kesehatan dan langkah membersihkan tangan yang betul. Penempatan spanduk edukasi prosedur kesehatan di beberapa tempat umum yang gampang disaksikan. Sanjuran mengenai langkah membersihkan tangan secara baik yang dilaksanakan setiap masuk tempat umum seperti kantor dusun, masjid, dan pos kamling. Kecuali dilaksanakan edukasi, mahasiswa lakukan tindakan riil berbentuk pembagian masker dan handsanitizer ke beberapa anak dan warga Dusun Luworo. Bukan hanya pelindungan di luar berbentuk masker dan Handsanitizer mahasiswa Kampus PGRI Madiun memberikan beberapa makanan. Ssehat bergizi untuk meningkatkan dan menjaga kekebalan badan. Seorang yang mempunyai imun kuat dalam badannya tidak gampang diserang atau terjangkit penyakit. Pembagian masker, handsanitizer dan makanan sehat dilaksanakan bertepatan diadakanya. Spublikasi mengenai edukasi bahaya Covid-19 dan edukasi langkah penggunaan masker dan handsanitizer yang betul. Pembagian dilaksanakan dengan mekanisme dari rumah ke rumah beberapa anak dan warga Dusun Luworo yang tentu saja sesuai prosedur kesehatan.

Markisa Aromanya Menggoda

Awalannya saya tidak ketarik dengan buah yang ini, tetapi seseorang pada repot ambil buah itu. Apa lagi dalamnya buah itu biji semua di seputar biji ada air terbungkus seperti selaput bayi yang ada di air ketuban. Itu yang membuat saya berasa geli untuk menyaksikannya.

Pada pagi hari seputar jam 09.00 wib. Neng Yuni bawa sebotol sirup. Yang membuatku menanyakan, Neng sirup apakah itu?”

“Sirup Markisa Bu, ibu ingin?”

“Ingin dong Neng, ingin coba kelihatannya seperti sirup jeruk sunkis.”

“Bisa Bu, coba gunakan gelas yah…!”

“Iyah Neng, terima kasih Neng”

“Bu, coba ibu tambahin air dan bisa gunakan gula bergantung hasrat.”

Waaah cocok dimasukkan pada dalam gela sirup marlisa itu harumnya mulai terhirup oleh penciumanku.

Saya diberi perasan buah markisa lebih kurang gelas yang ditambaha sama air dan sedikit gula untuk menambahkan rasa manis dan tidak begitu asam atau kecut.

Heeem, segarnya dan wewangian harumnya itu benar-benar memikat. Yang semula saya anti-pati saat ini jadi simpati dan ingin nikmati sari buah markisa itu.

Sekalian mengeduk sirup Markisa sama air hangat digabung gula, saya dapat mengisap lagi harumnya itu sampai nembus ke kepala. Sesudah teraduk mulai saya duduk depan kelas selanjutnya, “Bismillahirrahmirrahiim, duuuuh nikmatnya mengagumkan. Berasa sekali di lidah asam manis waah dasarnya fresh sekali dech.”

Saya minum perlahan sekalian nikmati rasa fresh dan wewangiannay itu. Berasa kepala secara semeringah keluar bintang-bintang berhamburan. Oksigen berasa penuh di kepala hingga yang kepala semula sesak berasa berbinar-binar pancarkan energi.

Kecuali dari itu ada beberapa faedah dari buah markisa itu, sesudah saya konsumsi salah satunya:

  1. Tubuh berasa enteng, pegal-pegal berasa

berat mulai berjatuhan entahlah ke mana.

  1. Rasa capek di kepala raib
  2. Muka mulai kelareri
  3. berasa kulit muka dan kulit tangan terlihat

fresh tidak kusam kembali

  1. kerongkongan yang semula berasa kering cukup sulit nelan jadi nikmat berasa dingin dan rasa kering raib saat itu juga sesudah minum sirup markisa.

Pohon markisa batangnya menjalar, dapat di tanam di muka rumah, harus ada turus untuk menyokong, dan untuk menyokong merambatnya pohon itu.

Kelahiran Vaksin Memunculkan Pro dan Kontra

Kita kenali sendiri di tengah-tengah permasalahan Covid-19 ini tampil lah permasalahan hadirnya vaksin yang memacu kontra dan pro dalam masyarakat. Ketakutan akan imbas yang akan mereka alami jadi kecemasan yang berlebihan, entahlah itu berpengaruh baik atau justru berpengaruh jelek kita belum juga mendapati titik jelasnya. Timbulnya sebuah kontra dan pro mulai dari beberapa faksi yang medukung vaksinasi harus dilakukan, ada yang menyangsikan, bahkan juga faksi yang melawan dilaksanakanya vaksinasi ke warga. Tetapi bila kita pelajari jika reaksi ini ialah satu yang lumrah. Ingat kehadiran vaksin yang baru dan dalam babak riset eksperimen. Tetapi sejumlah besar ahli klinis dan WHO yakini jika adanya vaksin ini jadi titik sinar untuk semua masyarakat indonesia, jika vaksin adalah satu jalan keluar yang diinginkan sanggup jadi usaha penaganan Covid-19 ini agar menahan dan memutus rantai penebaran.

Ahli kordinator klinis sukarelawan indonesia pengatasan Covid-19 mendapati jika lebih dari 50 – 60 % warga siap di vaksin. Itu juga dengan catatan telah ada recomendasi dari ahli kesehatan, keamanan vaksin terjaga. Stidak berbahaya untuk kesehatan, dan tentu saja efektifitas vaksin telah terbukti secara medis. Kecemasan yang terjadi dalam masyarakat yakni jumlahnya rumor yang beredak di sosial. Smedia mengenai imbas vaksin yang jadikan warga benar-benar takut dengan vaksin ini. Sbelum juga disebut jumlahnya tipe vaksin yang siap di edarkan makin menambahkan ketidaktahuan warga. Dari kegundahan itu tampil beberapa pertanyaan diantaranya yang kemungkinan tampil dalam masyarakat terhitung vaksin yang mana terbaik. Stipe vaksin apa yang lebih pas dan sekurang-kurangnya beresiko untuk kesehatan periode pendek atau periode panjang. Walau sebenarnya kekhawatiran, ketakutan, ketidaktahuan dan amarah. Syang tampil karena simpangsiurnya info berkaitan vaksin ini justru akan lemahkan kekebalan pada tubuh.

Selain itu Presiden Jokowi Dodo menjelaskan, jika vaksinasi Covid-19 akan diberi dengan gratis ke warga indonesia. Ia menjelaskan jika vaksinasi ini tidak ada hubunganya dengan kepesertaan BPJS. Preseiden Jokowi Dodo minta supaya tidak ada warga yang menampik untuk di vaksinasi. Apa lagi menurut dia rangkaian proses produksi vaksin telah dituruti oleh kementrian agama dan majelis ulama indonesia (MUI).

9 Cara Bersikap Saat Menjadi Pendamping Pejuang Kanker

Best Storytelling Danone Blogger Academy 2018, 48 x winners Blogcomp, Nominator tunggal Best Anggota Backpacker Jakarta 2014, Nominator Inspiratif Anggota BPJ 2016, Penyuluh Kesehatan, Admin Koin Untuk Pengajaran RSKO Jakarta, e-mail : mastiyan@gmail.com

Seterusnya

Tutup

Hari Kanker Sedunia dirayakan tiap tanggal 4 februari. Tahun ini, Hari Kanker Sedunia ambil topik “I Am And I Will”. Topik yang diangkat bisa disimpulkan sebagai loyalitas pada diri untuk lakukan sebuah perlakuan.

Saat daku membaca alodokter.com, kanker otak djelaskan sebagai perkembangan sel tidak normal (tumor) pada otak yang memiliki sifat garang. Sel kanker bisa kuasai dan ambil ruangan, darah, dan gizi dari sel sehat pada tubuh.

Berdasar tipe selnya, tumor otak bisa memiliki sifat jinak atau garang. Tumor garang pada otak atau kanker otak condong tumbuh bisa lebih cepat dan menebar ke anggota badan lain, dan bisa tampil kembali meskipun telah diangkat.

Tulisan ini adalah tulisan pengalaman penulis sebagai pengiring pejuang kanker otak. Salah-satu kakak kandungan penulis menanggung derita kanker otak dari tahun 2011 s/d berpulang desember 2016.

Pengalaman penulis mengikuti kakak dengan kanker otak dari tahun 2011 kemungkinan menjadi evaluasi untuk keluarga yang mempunyai bagian keluarga pasien kanker otak. Pasien kanker otak tidak sekedar hanya berasa sakit pada badannya tetapi dapat terusik kesehatan moralnya.

Pasien kanker otak bisa saja akan alami depresi, stres, emosi yang tidak bisa dikontrol, serta lebih peka. Dari yang produktif dapat beralih menjadi pribadi yang kurang kuat. Karena itu, diperlukan langkah tertentu untuk perlakukan atau hadapi pejuang kanker

Pengiringan keluarga pada pasien kanker otak bisa memengaruhi kualitas hidupnya. Bila Anda mempunyai rekan, famili, atau keluarga yang menanggung derita penyakit kanker otak, berikut cara-cara yang bisa Anda kerjakan untuk bikin mereka berasa lebih bagus.

_

  1. Mencari Kontribusi Mengikuti Pejuang Kanker

Jangan sampai berasa sanggup sendirian tangani pejuang kanker sebab bisa depresi dibikinnya. Urun rembuk dengan keluarga dan famili bagaimana berlaku pada pejuang kanker. Bikinlah agenda dengan keluarga lainnya untuk tiba dan turut turut serta dalam pengiringan

_

Masih Taat Karantina tapi Jerawat di Mana-mana? Kok Bisa?

Tidak berasa saat ini hampir satu tahun implementasi periode karantina atau yang dikenali dengan #DiRumahAja semenjak ada Covid 19. Beberapa kantor mengaplikasikan WFH (Work From Home) yang memungkinkannya pertambahan waktu senggang untuk beberapa wanita yang bisa dipakai untuk menganakemaskan dan istirahatkan kulit muka dari penggunaan make up yang sering dipakai setiap kali beraktivitas di luar rumah.

Tetapi anehnya, malah tampil permasalahan baru yang mengusik. Breakout! Walau sebenarnya kita telah meminimalkan pemakaian make-up, tidak terserang debu dan pencemaran karena lagi ada dan beraktivitas di rumah juga. Kok dapat? Apa pemicunya?

Diambil dari web Click Dokter, dr.Devia Irine Putri menerangkan pemicu dari breakout yang menerpa saat sedang WFH. Awalnya, breakout ialah satu keadaan yang membuat kulit muka banyak jerawat dengan jumlah banyak, memiliki ukuran besar dan meradang, dan lagi makin bertambah seiring berjalannya waktu. Breakout kerap terjadi saat kita tidak pas menggunakan produk perawatan muka yang baru dicoba; sebagai pertanda penampikan kulit pada beauty treatment yang barusan kita coba.

Tetapi saat kita sedang tidak menggunakan produk skincare atau beauty treatment yang baru dicoba, lantas apa pemicu breakout saat karantina di dalam rumah saja? Berikut sejumlah factor yang memungkikan berlangsungnya breakout.- Konsumsi Makanan atau Minuman Tinggi Kalori dan Gula

Saat di rumah saja kita kemungkinan bukan hanya lapar mata dengan beberapa produk lucu di basis berbelanja online, tetapi juga dengan gampang membuat kita tergoda dengan barisan minuman dan makanan yang bisa diminta dalam sekali click melalui delivery online. dr.Devia memiliki pendapat jika konsumsi makanan yang memiliki kandungan banyak gula, tinggi kalori dan berminyak. Sbisa tingkatkan jumlah insulin pada tubuh dan pertambahan produksi minyak di wajah. Nah, minyak berikut sebagai sumber timbulnya jerawat dengan menutup pori-pori muka dan memunculkan banyak jerawat baru.

  • Minimnya Konsumsi Vitamin D

Factor lain dari pemicu breakout ialah saat badan kita kekurangan salah satunya vitamin D. Ada beberapa jenis langkah buat memperoleh vitamin D untuk badan, seperti berjemur di bawah cahaya matahari. Skonsumsi beberapa makanan tertentu seperti jamur, telur atau minyak ikan kod, atau dari makanan buatan yang penuh akan vitamin D seperti susu kedelai atau oatmeal. Apalagi di periode wabah ini, berjemur dan konsumsi makanan sehat juga disarankan buat jaga kekebalan.

Cegah Penyebaran Covid-19, Mahasiswa KKN Undip Bagikan Hand Sanitizer Berbahan Dasar Aloe Vera untuk UKM di Semarang

Hampir satu tahun Indonesia alami wabah Covid-19, di mana angka kasus positif masih alami kenaikan. Dikutip dari situs, data kasus positif Covid-19 di Kota Semarang s/d 04 Februari 2021 sejumlah 28.121 kasus, dengan perincian 598 kasus masih jalani perawatan, pasien pulih capai 19.389 kasus, dan wafat sekitar 1.539 kasus.

Meskipun wabah Covid-19 masih menerpa dan diterapkannya Pemerlakukan Limitasi Aktivitas Warga (PPKM) Jawa-Bali, seperti salah satunya point Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni dedikasi warga, Kampus Diponegoro (Undip) Semarang masih jalankan program Kuliah Kerja Riil (KKN) yang dikerjakan pada 4 Januari — 16 Februari 2021, tetapi harus dilaksanakan pada tempat tinggal setiap mahasiswa. Ini mempunyai tujuan supaya mahasiswa masih bisa melakukan aktivitas KKN dengan kurangi resiko berlangsungnya penyebaran Covid-19 dan memberi peluang ke mahasiswanya untuk lakukan dedikasi di daerahnya semasing.

Marini Widyastuti, mahasiswi Fakultas Kesehatan Warga yang bergabung dalam Team 1 KKN Undip 2021 membuat dan memberikan hand sanitizer memiliki bahan landasan aloe vera ke beberapa aktor Usaha Kecil Menengah (UKM) di RT06/RW03 Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik. Kota Semarang. Hand sanitizer yang dibikin dan dibagi oleh Marini merujuk pada standard Center for Disease Control and Prevention (CDC) dengan memiliki bahan landasan isopropil alkohol 80%, gliserin, aloe vera, dan minyak fundamental. Beberapa bahan itu gampang didapat pada harga dapat dijangkau. Hand sanitizer dengan formulasi referensi. CDC ini memiliki kandungan 80% alkohol hingga efisien dalam membunuh bakteri serta virus. Sdan lidah buaya yang mempunyai karakter antiseptik dan bisa jaga kelembapan kulit.

Dok. individu Pak Kusno, salah satunya aktor UKM di RT06/RW03 Kelurahan Sumurboto menghargai dan mengucapkan. Sterima kasih adanya ide dari salah satunya mahasiswi Undip yang memberikan hand santizer untuk warungnya.

“Saya berasa benar-benar tertolong adanya aktivitas ini karena awalnya warung saya belum mempunyai hand sanitizer. Mudah-mudahan beberapa orang terutamanya aktor UKM seperti saya makin sadar akan. Skeutamaan patuhi prosedur kesehatan dalam memutuskan rantai penebaran virus corona”, katanya.

Penulis: Marini Widyastuti — Fakultas Kesehatan Warga

Dosen Pembina Lapangan: Dr. Eng. Agus Setyawan, S.Sang., M.Sang.

5 Alasan Penarikan Sertifikat Tanah Asli oleh BPN

Saat ini sedang musim buah durian dan rambutan. Jika musim buah orang orang dahulu bilangnya musim penyakit tiba. Tetapi apa betul penyakit tiba karena kita makan buah.

Kemungkinan bila terlalu berlebih dapat disebut hadirkan penyakit. Siapakah yang tidak senang buah durian jika kami bilangnya durian.

Tentu senang buah ini, bahkan juga banyak makanan yang dapat diproses dengan buah durian ini ibarat kolak durian, dodol durian, wajik durian, pan cake durian, es durian dan untuk rekan makan siang umumnya diproses kembali jadi tempoyak yang selanjutnya ditumis dengan bermacam bumbu dan cabai, ada yang dibuat memakai santan ditambahkan ikan teri dan petai. Tentu lezat nasi panas dan sambel tempoyak, mertua melalui tidak dipanggil kembali.

Tetapi kesempatan ini saya cuman ingin semua paham ada langkah lain melahap durian, untuk kita saat kecil itu makanan yang paling di nantikan tunggu bila musim durian. Simpel tetapi kenangannya itu menempel sampai saat ini.

Tetapi semenjak suami terkena jantung dan tekanan agak tinggi, saya dan anak anak telah setop makan durian, ingat hati suami. Bahkan juga salah satunya anak dahulu paling suka makan durian saat ini jadi anti durian.

Dua malam hari ini agak mengusik pemikiran, , ingin sekali makan durian dengan nasi panas, tetapi bagaimana bicara sama suami karena keadaan badan saya sendiri sedang kurang sehat.

Namanya telah diujung lidah, pada akhirnya minta bantuan suami untuk membeli durian, walaupun sedikit di omel pada akhirnya dibelikan daripada sang istri tidak makan benar-benar ( saya tidak sedang ada gairah untuk makan sekian hari ini).

Saat hamil ke-3 putra putri, saya konsumsi buah durian. Mertua geram, hamil muda kok makan durian.

Awalannya takut tetapi sesudah berobat ke dokter kandung dan dokter membolehkan makan durian dengan persyaratan tidak begitu masak dan lekat pada tangan jika di angkat, karena yang masak memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi dan akan berfermentasi jadi alkohol yang akan berbahaya untuk kesehatan ditambah janin

Bagus untuk kandung karena memiliki kandungan vitamin C, vitamin B 6, thiamin dan kalium. Dan tingkatkan energi, kemampuan otot dan mendukung kesehatan kulit dan memperlancar mekanisme pencernaan.

Tetapi seharusnya tidak konsumsi buah durian terlalu berlebih. Semuanya yang dilaksanakan dapat berpengaruh jelek.

RUU Pemilu dari Tinjauan Tata Kelola Pemilu

REVISI Undang undang Pemilu telah masuk daftar 33 RUU program legislasi nasional (proglegnas) 2021 di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI masih kontra dan pro. Komisi II DPR menyarankan koreksi UU Pemilu ini ke Tubuh Legislasi (Baleg) pada Senin (16/11/2020) dengan argumen jika terjadi bertumpang-tindih pasal dalam UU Pemilu dan UU Pemilihan kepala daerah. (Kompas.com, 29/1). RUU Pemilu adalah ide DPR.

Proses politik memperlihatkan terjadi ambil menarik sembilan fraksi di DPR. Tiga fraksi menampik koreksi yaitu Gerindra, PPP, dan PAN. Empat fraksi menyepakati koreksi yaitu Golkar, Nasdem, PKS, dan Demokrat. Dua fraksi lain, yaitu PDIP dan PKB menampik UU Pemilihan kepala daerah diubah-ubah. Sterutamanya penyelenggaraan Pemilihan kepala daerah 2024 (Kompas, 3/2). Ada 22 pasal penting dalam RUU Pemilu yang belum disetujui. Misalkan, tahun penerapan pemilihan kepala daerah, tingkat batasan presiden dan parlemen, keserentakan pemilu, mekanisme pemilu, peradilan pemilu, dan hal-hal lain.

Adapun signal dari pemerintahan, presiden dan kementerian dalam negeri (Kemendagri), menunjukkan tak perlu dilaksanakan koreksi sekarang ini. (CNN,29/1). Alasan yang diberi karena UU Pemilu sekarang ini mengendalikan Pemilu 2024 yang belum dikerjakan.

Respon khalayak juga bermacam. Misalkan dikatakan oleh Titi Anggraini, Dewan Pembimbing Perkumpulan untuk. Demokrasi (Perludem) yang mengatakan pentingnya dilaksanakan koreksi UU Pemilu untuk perkuat tata urus pemilu di Indonesia untuk periode panjang (Kompas.com, 30/1). Adapun respon belum perlu dilakukan koreksi seperti dikatakan akademiki Ahmad Sabiq, dosen Pengetahuan. Politik FISIP Unsoed ( 28/1) dan Mikhael Rajamuda Bataona, dosen Kampus Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang (Di antara.com, 2/2). Dalam penglihatan akademiki, koreksi undang-undang Pemilu belum menekan dilaksanakan karena dilihat dari electoral reform belum penuhi dilakukan pengubahan. Harian Kompas pada 3 Februari 2021 turunkan kartun pendapat. Syang menunjukkan ulasan RUU Pemilu berjalan keras dan jauh dari kebutuhan rakyat.

Penulis memiliki pendapat, seharusnya peraturan Pemilu diatur untuk periode waktu yang lama. Hingga tidak ada kesan-kesan bongkar-pasang untuk kebutuhan periode pendek dan menampung kebutuhan elite untuk melanggengkan kekuasaan. Jika dibutuhkan koreksi, karena itu koreksi itu benar-benSar membenahi penyelenggaraan pemilu dan pada beberapa hal intisari buat. Smerealisasikan. pemilu bermartabat dan demokratis. Koreksi dilaksanakan dengan dengar opini ahli dan hasil penilaian penyelenggaraan pemilu/pemilihan kepala daerah paling akhir. Karena itu mengulas UU Pemilu sebagai validitas atau landasan hukum penyelenggaraan pemilu sama seperti mengulas tata urus pemilu (electoral governance).

Sekepal Tinju

Perubahan tehnologi kenyataannya tidak seutuhnya memberi imbas positif. Ada pula pelaku tertentu yang salah gunakan tehnologi, untuk kebutuhan yang tidak seharusnya. Penyimpangan yang tersering dilaksanakan ialah menyebarkan ajaran kedengkian. Kedengkian di sini kadang condong menyentuh masalah suku, agama, dan ras tertentu. Sering mencela karena masalah remeh, senang tidak senang.

Terakhir, khalayak ramai mengulas mengenai sangkaan ciutan sara yang digelontorkan oleh Permadi Arya alias Abu Janda. Pria ini mencuit dengan menjelaskan Islam angkuh, dan mencuit sangkaan rasisme pada Natalius Pigai, aktifis HAM asal Papua, yang sempat juga jadi ketua komnas HAM.

Tidak disangkal, ajaran kedengkian, hasutan dan hoax jadi hal yang paling menakutkan. Skema yang kerap dilaksanakan oleh barisan radikal ini, tanpa diakui banyak dilaksanakan oleh beberapa orang. Sadar atau mungkin tidak, arah barisan radikal ialah hal seperti ini. Beberapa orang sama-sama hujat, sama-sama caci dan sama-sama mengakui kebenaran yang mempunyai potensi melahirkan perselisihan. Saat perselisihan itu terjadi, barisan radikal akan massif tampil, mempersalahkan negara dan kembali tawarkan jalan keluar khilafah.

Jika kita mengetahui, pada intinya penebar sentimen kedengkian ialah masih barisan yang serupa. Sekarang tanpa diakui sudah menyebar ke warga pemula. Sedikit-sedikit salah, sedikit-sedikit kafir, sedikit-sedikit ini, itu. Tak pernah menyaksikan jika pada intinya kita ini masih berproses. Dan pada proses ini dapat ke arah pada kebaikan atau terburukan, tinggal keputusan berada di tangan kita.

Pada proses itu, kita disarankan untuk dapat sama-sama menghargakan, menghargai dan bantu-membantu antar sama-sama. Mengapa harus sama-sama menghormati dan menghargai? Karena pada intinya warga Indonesia ialah bermacam. Keanekaragaman itu bukan hanya secara fisik dan karakter, tetapi juga dalam soal suku, tradisi istiadat, ras atau agama. Karena keanekaragaman itu kita dituntut untuk dapat sama-sama pahami bagaimana watak antar sama-sama. Di titik ini, toleransi jadi poin penting untuk diterapkan dalam tiap perkataan dan perlakuan.

Intoleransi dan rasisme terang tidak menggambarkan watak dan budaya bangsa Indonesia. Kita ialah ramah dan terbuka pada perubahan jaman, tetapi masih jangan tinggalkan akar dari budaya Indonesia. Silahkan sama-sama berdampingan dalam keanekaragaman, tidak boleh sama-sama berlawanan karena hanya ketidaksamaan. Salam toleransi.