4 Alasan Kenapa Rumah Orang Desa Jarang Banget Dipagerin. Berasa Nggak Ada Batas Gitu~

Bila kamu lihat, permukiman warga yang berada di wilayah perdesaan atau perkampungan dan di wilayah perkotaan ternyata punyai ciri-ciri uniknya masing-masing. Khususnya agen bola online sich jika bicarakan mengenai beberapa rumah masyarakat yang berada di daerah, tidak seluruh orang mengetahui jika rumah orang perdesaan itu jarang-jarang sekali diberi pagar, beda sama komplek perkotaan. Entahlah itu memiliki jarak dekat atau jauh di antara satu rumah dengan yang lain, tetapi peristiwa unik ini sering diketemukan.

Tidak hanya belakangan ini saja, dari dahulu juga budaya membuat rumah tanpa pagar ini sudah dilaksanakan oleh warga perdesaan. Ternyata bukan tanpa argumen mengapa beberapa orang dusun pilih rumah mereka dibuat dengan ide terbuka dibanding dengan ditambahkan bangunan pagar yang mengitarinya. Untuk kamu yang tinggal di perdesaan sich kemungkinan sudah tidak asing kembali dengan ini, tetapi untuk beberapa orang jadi sebuah pertanyaan. Di bawah ini argumen mengapa rumah orang dusun jarang-jarang sekali diberi pagar.

Walau orang kota rasakan peristiwa yang ini, tetapi rutinitas bercakap basa-basi sama tetangga seputar di perdesaan ini berasa berlainan sebab lebih dekat. Tidak dipungkuri kembali bila di perdesaan itu hidup bertetangga sama orang lain sudah seperti sama keluarga besarnya sendiri. Seluruh orang mengenal, jadi tidak bingung jika bertemu sedikit saja senang bercakap ngalor-ngidul. Lha wong tujuannya ke warung saja jika bertemu sama tetangga bisa juga lama kok. Karena itu orang dusun tidak pernah membuat pagar, agar tahu siapakah yang melalui di muka tempat tinggalnya.

Walau berkesan ngeselin, tetapi seperti inilah kehidupan dan budaya unik yang berada di dusun. Dari jaman dahulu sampai. Ssaat ini, sering kali tuch warga dusun yang tempat tinggalnya diberi pagar justru jadi. Sbahan gunjingan sama tetangga yang lain. Masalahnya bila kamu punyai rumah di dusun. Sdan diberi pagar pemisah, itu maknanya kamu menampik bergaul dengan beberapa orang. Syang berada di sekelilingmu. Karena itu, beberapa orang ngomong jika hidup di dusun itu. Sharus pinter-pinter bersahabat dengan tetangga kanan dan kirimu agar tidak jadi rasan-rasan.