Cegah Penyebaran Covid-19, Mahasiswa KKN Undip Bagikan Hand Sanitizer Berbahan Dasar Aloe Vera untuk UKM di Semarang

Hampir satu tahun Indonesia alami wabah Covid-19, di mana angka kasus positif masih alami kenaikan. Dikutip dari situs, data kasus positif Covid-19 di Kota Semarang s/d 04 Februari 2021 sejumlah 28.121 kasus, dengan perincian 598 kasus masih jalani perawatan, pasien pulih capai 19.389 kasus, dan wafat sekitar 1.539 kasus.

Meskipun wabah Covid-19 masih menerpa dan diterapkannya Pemerlakukan Limitasi Aktivitas Warga (PPKM) Jawa-Bali, seperti salah satunya point Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni dedikasi warga, Kampus Diponegoro (Undip) Semarang masih jalankan program Kuliah Kerja Riil (KKN) yang dikerjakan pada 4 Januari — 16 Februari 2021, tetapi harus dilaksanakan pada tempat tinggal setiap mahasiswa. Ini mempunyai tujuan supaya mahasiswa masih bisa melakukan aktivitas KKN dengan kurangi resiko berlangsungnya penyebaran Covid-19 dan memberi peluang ke mahasiswanya untuk lakukan dedikasi di daerahnya semasing.

Marini Widyastuti, mahasiswi Fakultas Kesehatan Warga yang bergabung dalam Team 1 KKN Undip 2021 membuat dan memberikan hand sanitizer memiliki bahan landasan aloe vera ke beberapa aktor Usaha Kecil Menengah (UKM) di RT06/RW03 Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik. Kota Semarang. Hand sanitizer yang dibikin dan dibagi oleh Marini merujuk pada standard Center for Disease Control and Prevention (CDC) dengan memiliki bahan landasan isopropil alkohol 80%, gliserin, aloe vera, dan minyak fundamental. Beberapa bahan itu gampang didapat pada harga dapat dijangkau. Hand sanitizer dengan formulasi referensi. CDC ini memiliki kandungan 80% alkohol hingga efisien dalam membunuh bakteri serta virus. Sdan lidah buaya yang mempunyai karakter antiseptik dan bisa jaga kelembapan kulit.

Dok. individu Pak Kusno, salah satunya aktor UKM di RT06/RW03 Kelurahan Sumurboto menghargai dan mengucapkan. Sterima kasih adanya ide dari salah satunya mahasiswi Undip yang memberikan hand santizer untuk warungnya.

“Saya berasa benar-benar tertolong adanya aktivitas ini karena awalnya warung saya belum mempunyai hand sanitizer. Mudah-mudahan beberapa orang terutamanya aktor UKM seperti saya makin sadar akan. Skeutamaan patuhi prosedur kesehatan dalam memutuskan rantai penebaran virus corona”, katanya.

Penulis: Marini Widyastuti — Fakultas Kesehatan Warga

Dosen Pembina Lapangan: Dr. Eng. Agus Setyawan, S.Sang., M.Sang.